Visi dan Misi

Suatu perencanaan pembangunan tidaklah akan tercapai tanpa adanya RPJM Des. Sehubungan dengan hal itu maka di susunan RPJM Desa Jatisari sebagai pedoman program kerja pemerintah Desa Jatisari  ini dilakukan oleh lembaga-lembaga tingkat Desa dan seluruh warga masyarakat Jatisari maupun para pihak yang berkepentingan. RPJM Desa adalah pedoman program kerja untuk masa lima tahun yang merupakan turunan dari sebuah cita-cita yang ingin dicapai di masa depan oleh segenap warga masyarakat Desa Jatisari. Cita-cita  masa depan sebagai tujuan jangka panjang yang ingin diraih Desa Jatisari merupakan arah kebijakan dari RPJM Desa yang dirumuskan setiap lima tahun sekali. Cita-cita masa depan Desa Jatisari disebut juga sebagai Visi Desa.

Walaupun visi Desa Jatisari secara normatif menjadi tanggung jawab kepala Desa, namun dalam penyusunannya melibatkan segenap warga Jatisari melalui rangkaian panjang diskusi-diskusi formal dan informal. Visi Desa Jatisari semakin mendapatkan bentuknya bersamaan dengan terlaksananya rangkaian kegiatan dan musyawarah yang dilakukan untuk penyusunan RPJM Desa tahun 2010-2014. Dalam momentum inilah visi Desa Jatisari yang merupakan harapan dan doa semakin mendekatkan dengan kenyataan yang ada di Desa dan masyarakat. Kenyataan dimaksud merupakan potensi, permasalahan, maupun hambatan yang ada di Desa dan masyarakatnya, yang ada pada saat ini maupun ke depan.

Bersamaan dengan penetapan RPJM Desa Jatisari, dirumuskan dan ditetapkan juga Visi Desa Jatisari  sebagai berikut :

Terwujudnya Desa Jatisari Yang mampu mengangkat derajat masyarakat “

Keberadaan Visi ini merupakan cita-cita yang akan dituju di masa mendatang oleh segenap warga Desa Jatisari. Dengan visi ini diharapkan akan terwujud masyarakat Desa Jatisari yang maju dalam bidang pertanian sehingga bisa mengantarkan kehidupan yang rukun dan makmur. Di samping itu, diharapkan juga akan terjadi inovasi pembangunan desa di dalam berbagai bidang utamanya pertanian, perkebunan, peternakan, pertukangan, dan kebudayaan yang ditopang oleh nilai-nilai keagamaan.

 

 

4.2. Misi

 

Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari visi yang akan menunjang keberhasilan tercapainya sebuah visi. Dengan kata lain Misi Desa Jatisari merupakan penjabaran lebih operatif dari Visi.

Untuk meraih Visi Desa Jatisari seperti yang sudah dijabarkan di atas, dengan mempertimbangan potensi dan hambatan baik internal maupun eksternal, maka disusunlah Misi Desa Jatisari  sebagai berikut:

  1. Mewujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mewujudkan dan mendorong terjadinya usaha-usaha kerukunan antar dan intern warga masyarakat yang disebabkan karena adanya perbedaan agama, keyakinan, organisasi, dan lainnya dalam suasana saling menghargai dan menghormati.
  3. Membangun dan meningkatkan hasil pertanian dengan jalan penataan pengairan, perbaikan jalan sawah / jalan usaha tani, pemupukan, dan pola tanam yang baik.
  4. Menata Pemerintahan Desa Jatisari yang kompak dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat masyarakat.
  5. Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan serius.
  6. Mencari dan menambah debet air untuk mencukupi kebutuhan pertanian.
  7. Menumbuh Kembangkan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani serta bekerja sama denga HIPPA untuk memfasilitasi kebutuhan Petani.
  8. Menumbuhkembangkan usaha kecil dan menengah.
  9. Bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan didalam Melestarikan Lingkungan Hidup
  10. Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun informal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali yang mampu menghasilkan insan intelektual, inovatif dan enterpreneur (wirausahawan).
  11. Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk pengembangan dan optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, baik tahap produksi maupun tahap pengolahan hasilnya.

 

 

 

 

 

 

4.2. Kebijakan Pembangunan

4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa

 

            Kebijakan pembangunan desa yang hendak dicapai dalam 5 tahun ke depan meliputi 3 aspek mendasar, yaitu :

  1. Peningkatan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat

Pelayanan kebutuhan dasar masyarakat yang diutamakan adalah dalam bidang pelayanan pendidikan dan kesehatan, seperti :

  1. Wajib belajar anak didik 9 tahun, dengan target lima tahun kedepan sudah tidak ada lagi masyarakat yang buta huruf.
  2. Penyediaan bersih bagi semua dusun, dengan memanfaatkan sumber air yang ada secara optimal, termasuk mengurangi volume kehilangan air.
  3. Revitalisasi MCK, sanitasi dan drainase rumah tangga
  4. Meningkatkan pelayanan kesehatan di Poskesdes sampai pelayanan rawat inap, memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi RTM, melengkapi alat-alat kesehatan ibu, anak dan lansia.
  5. Revitalisasi peran dan fungsi Posyandu.

 

  1. Mengoptimalkan potensi pertanian
  1. Memanfaatkan lahan tidur dan lahan perhutani yang ada dengan tanaman keras dan tumpangsari lainnya (polowijo). Upaya ini akan didukung melalui kerjasama antara pemerintahan desa dengan Perhutani.
  2. Mengurangi kehilangan debit air irigasi melalui perbaikan saluran dan bendung.
  3. Mengupayakan pupuk dan bibit murah (pupuk organik) dengan memanfaatkan limbah ternak yang ada.
  4. Perbaikan pola tanam, intensifikasi yang dikoordinasikan melalui HIPPA dan didukung oleh PPL Pertanian.

 

  1. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan mikro

 

  1. Mengembangkan kelompok-kelompok simpan pinjam yang tersebar di tingkat dusun dan desa, terutama kelompok PKK
  2. Mengupayakan kerja sama dengan pemodal, pasar dan sumber bahan baku.
  3. Meningkatkan keterampilan usaha melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan.

 

 

4.2.2. Potensi dan Masalah

Potensi didapatkan dari pengolahan hasil musrenbangdes, wawancara, dan observasi per-dusun. Berbagai data yang masuk kemudian direkap dan dipilah untuk ditarik sebagai potensi pembangunan Desa Jatisari. Dari sini tergambar dan dapat teridentifikasi bahwa Desa Jatisari memiliki potensi yang sangat besar, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Sampai saat ini, potensi sumber daya yang ada belum benar-benar optimal diberdayakan. Hal ini terjadi dikarenakan belum teratasinya berbagai hambatan dan tantangan yang ada. Potensi yang dapat digali melalui proses partisipatif dapat digambarkan sebagai berikut :

No

Bidang

Potensi

1

Pendidikan

1.     Adanya sarana pendidikan yang menunjang

2.     Usia Sekolah masih banyak

3.     Kemauan belajar anak didik  cukup tinggi

2

Kesehatan dan Lingkungan

1.    Adanya kader kesehatan yang cukup, dari bidan sampai para kader di posyandu yang ada di setiap dusun

2.    Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat lebih tinggi

3

Sarana dan Prasarana

 

1.     Adanya sarana prasarana infrastruktur jalan meliputi jalan poros desa, jalan antar desa,  jembatan dan irigasi

2.     Adanya potensi sumber dayaalam.

3.     Adanya potensi Sumberdaya Manusia.

4

Pertanian

1.     Adanya SDM yang cukup besar dengan kebersamaan warga masyarakatn dalam bentuk swadaya masyarakat (bergotong royong)

2.     Terpeliharanya budaya rembug di desa dalam penyelesaian permasalahan

3.     Adanya penduduk usia produktif dengan etos kerja yang sangat tinggi

5

Ekonomi dan Usaha Masyarakat

1.     Lahan pertanian (sawah) yang masih dapat ditingkatkan produktifitasnya karena saat ini belum dikerjakan secara optimal

2.     Adanya penambangan pasir yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau material bangunan

3.     Banyaknya pakan untuk jenis ternak tersebut, sedangkan bidang usaha ini baru menjadi usaha sampingan

4.     Lahan perkebunan dan pekarangan yang subur, belum dikelola secara maksimal

5.     Adanya usaha perikanan air tawar

6.     Besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif yang dapat mendorong potensi industri rumah tangga

 

.

 

 

Permasalahan yang muncul merupakan hasil musrenbangdes penyusunan RPJM Desa .Jatisari yang menghadirkan masing-masing perwakilan dusun yang berkompeten dan mewakili unsur-unsur yang ada di dalamnya. Sebagai data tambahan, upaya observasi dan wawancara dengan para pihak terkait juga dilakukan, sehingga dimungkinkan tidak ada masalah, potensi dan usulan perencanaan pembangunan desa yang tercecer.

Di bawah ini adalah daftar masalah yang secara kualitatif dirasakan oleh masyarakat di wilayah desa Jatisari.

No

Bidang

Masalah

1

Pendidikan

1.     Sarana dan prasarana TK Darma Wanita dusun losari tidak memadahi

2.     Rendah dan kurangnya kesadaran pendidikan agama di kalangan warga masyarakat

2

Kesehatan dan Lingkungan

1.    Kurangnya kesediaan air bersih, terutama di musim kemarau

2.   Banyaknya lingkungan yang kumuh

3

Sarana dan Prasarana

 

1.     Terbengkalainya pembangunan Masjid dusun soko

2.     Sarana transportasi (jalan) per-RT yang rusak

3.     Belum ada pembuangan air di kanan dan kiri jalan (drainase)

4

Pertanian

1.     Kurang pemahanman pemuda tentang pertanian

2.     Kurangnya alat Pertanian

3.     Budaya pertanian secara tradisional masih dipakai.

5

Ekonomi dan Usaha Masyarakat

1.     Banyak warga yang tidak mempunyai pekerjaan tetap

2.     Penghasilan pertanian kurang

3.     Pembelian pupuk pada masa tanam sulit

4.     Banyaknya pengangguran

 

  • 2.3. Program Pembangunan Desa

Rencana Tindak Lanjut (RTL) kegiatan pembangunan merupakan dokumen perencanaan pembangunan desa selama lima tahun bagi Desa Jatisari. Keberadaannya merupakan akumulasi berbagai usulan pembangunan dari 4 dusun yang hanya mampu dipecahkan lewat kebijakan pembangunan tingkat desa. Karena sifatnya yang demikian maka Rencana Tindak Lanjut (RTL) ini adalah dokumen yang sangat penting merupakan inti dari RPJM Desa Jatisari

Dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL) kegiatan pembangunan ini berisi uraian tentang strategi pembangunan jangka menengah yang bersifat holistik dan terintegrasi di semua bidang, dengan tetap berupaya mensinkronisasikannya dengan kebijakan daerah dalam RPJMD baik secara makro-mikro dan strategis. Di samping itu proses penyaringan kegiatan pembangunan yang terpilih didasarkan pada kemampuan dan kompetensi desa dengan tetap mengedepankan nilai-nilai partisipatif, transparan dan dapat dipertanggunggjawabkan. Dengan demikian keberadannya merupakan kebutuhan dan gambaran nyata pembangunan Desa Jatisari

Matrik Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Desa Jatisari selama lima tahun (2010 – 2014) sebagaimana dalam lampiran.

 

  • 2.4. Strategi Pencapaian

 

                    Dari kegiatan prioritas  yang di rencanakan setiap tahun menjadi fokus pelaksanaan pembangunan di Desa  Jatisari sesuai dengan tahun anggaran yang ada melalui bidang  pendidikan, kesehatan dan lingkungan, sarana prasarana, politik sosial budaya ,ekonomi dan kebencanaan, memanfaatkan beberapa sumber pendanaan baik  pemerintahan pusat, daerah maupun desa, seperti PNPM, APBN, APBD, ADD, SKPD, SWADAYA, KERJASAMA DG SWASTA, DLL.

Target capaian pembangunan ini diupayakan secara bertahap dengan mendahulukan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat pada berbagai bidang kegiatan yang ada. Namun pelaksanaan kegiatan juga akan disesuaikan dengan perolehan anggaran yang mampu diakses oleh desa. Untuk kegiatan dalam skala pembiayaan yang besar, seperti sarana prasarana dasar dan lain-lain, maka pembiayaannya diupayakan dari APBN, PNPM dan SKPD ditambah kesediaan swadaya masyarakat. Sedangkan kegiatan skala kecil pemenuhannya lebih diarahkan berasal dari swadaya, kas desa, ADD dan kerjasama dengan swasta.

                  Pelaksana dan koordinator masing-masing kegiatan sedapat-dapatnya disesuaikan dengan tupoksi masing-masing kelembagaan yang ada, namun tetap melibatkan masyarakat dan khususnya pemanfaat atau sasaran. Untuk kegiatan yang terkait sarana prasarana umum akan dikelola oleh LPMD dan perangkatnya, kegiatan yang terkait bidang kesehatan dikoordinir oleh Poskesdes dan Posyandu, bidang pendidikan dikoordinir oleh Komite Sekolah, bidang pertanian dikoordinir oleh HIPPA dan kegiatan ekonomi dan simpan pinjam dikelola oleh PKK, bidang kepemudaan akan dikoordinir oleh organisasi kepemudaan desa seperti Karang Taruna dan Remaja Mesjid.

                             Seluruh kegiatan pembangunan beserta capaian target akan senantiasa dievaluasi secara rutin serta melibatkan masyarakat (partisipatif). Pemantauan, evaluasi dan pertanggungjawaban dimaksud dilaksanakan dengan pendekatan sebagai berikut :

  1. Mengevaluasi proses pelaksanaan kegiatan baik fisik, biaya maupun administrasi
  2. Mengevaluasi capaian kegiatan secara fisik (volume dan kualitas)
  3. Mengevaluasi capaian sasaran dan dampak
  4. Mengevaluasi pelestarian dan keberlanjutan kegiatan

 

Bentuk pemantauan dan evaluasi yang dapat diterapkan nantinya, adalah sebagai berikut :

  1. Pemantauan bersama oleh masyarakat dan BPD
  2. Musyawarah Pertanggungjawaban oleh masing lembaga yang bertanggungjawab, dimana pelaksanaanya mengacu kepada aturan masing-masing program/kegiatan tersebut.
  3. Musyawarah evaluasi dan pertanggungjawaban terhadap capaian-capaian kegiatan RPJM, dilakukan rutin setiap tahun bersamaan dengan Musrenbangdes.

 

Strategi pencapaian target pembangunan yang meliputi waktu pelaksanaan, sumber dana, sasaran, penanggungjawab dan bentuk evaluasi pertanggungjawaban, dijelaskan secara detail pada lampiran.

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)